Section title text:  Archived News.

Upacara Penerimaan Novis dalam Serikat FCJ Propinsi Asia Australia
Oleh Elvisa, Ciony dan Dewi
Yogyakarta, Indonesia, 14 September 2005

Kami memilih “Come and Journey with Jesus” (Datang dan Berjalan bersama Yesus) sebagai tema untuk Upacara Penerimaan ini.

Kami telah membuat keputusan, tidak hanya untuk datang tetapi juga untuk berjalan bersama Yesus secara lebih dekat. Masing-masing dari kami berjalan bersama Yesus dalam perjalanan kami, sebagaimana kamu juga berjalan bersama Dia.

Because we are an International Congregation, we chose different languages for our prayers and songs. We used Bahasa Indonesia, English and Cebuano for the ceremony of acceptance and the songs were in English and Tagalog.

Karena kami adalah Tarekat Internasional, kami memilih bahasa yang berbeda-beda untuk doa dan lagu yang kami pakai. kami menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Cebuano untuk upacara penerimaan serta lagu-lagu berbahasa Inggris dan Tagalog.

Sr. Sisca, FCJ, salah seorang suster kami yang telah berkaul adalah MC untuk upacara ini. Dia mengatakan dalam kata pengantar dalam upacara, ‘mendaki gunung  membutuhkan pemandu yang professional. Memasuki Novisiat adalah seperti mendaki gunung Tuhan dan ini membutuhkan pemandu professional, Yesus.’

Pemimpin Propinsi kami, Sr. Barbara, FCJ yang kala itu sedang berada di Yogyakarta,  menerima kami sebagai Novis. Kami memberikan kepadanya lilin sebagai simbol penyerahan diri  dan dia kemudian meneruskan lilin itu kepada Sr. Clare, FCJ, Pemimpin Novis.

Setelah doa, kami menghadapi makan malam yang enak  yang disiapkan oleh para sahabat di Komunitas Soropadan. kami menerima banyak surat , kartu dan juga hadiah dari para suster dari berbagai komunitas dan propinsi.

Kami sungguh merasa bahagia dan bersyukur atas dukungan, cinta dan doa  yang kami terima dari para suster di Yogyakarta maupun  dari luar negeri..

Ciony:
Satu hal yang menyentuhku sepanjang acara ini adalah kesatuan hati dari seluruh suster FCJ yang berdoa dan bersyukur atas hadiah panggilan yang telah saya terima. Saya tergerak oleh penerimaan yang penuh kasih dan kepercayaan dari Serikat FCJ kepadaku yang mengijinkan aku untuk maju ke tahap selanjutnya dari formasioku. Saya begitu bersyukur untuk dukungan dari seluruh sahabat di Yogyakarta yang memberikat berkat mereka dan juga untuk banyak berkat, doa dan cinta dari para suster yang mengirimkan kartu-kartu dan salamnya dari luar negeri.

Dewi:
The most moving point during the ceremony was when I spoke my wish to be accepted as an FCJ novice. I said this in the Indonesian language, so that I knew well what I was asking for. It is a difficult thing that I asked.

Elvisa         Ciony          Dewi         

But at the same time I realized that many sisters would journey with me and support me with much love and prayer. With Jesus as my guide and with so much love, support and prayer as my resources, I know I can go on with courage and confidence.  I am grateful for the support of my sisters and companions.

Elvisa:
I was really moved and challenged as I said what I wanted from the Society of Sisters Faithful Companions of Jesus.  I said I wanted to be helped to grow as an FCJ.  I was afraid that I wouldn’t be strong enough to continue my formation but one thing that gave me courage and confidence was the love, prayer and support of our sisters and the promise of God, “Don’t be afraid, I will be with you till the end of the earth.”  I am very grateful to God for the grace that he has given to me. I am truly blessed.

Kembali ke berita arsip …

Serikat kita yang kecil ini bertujuan
     memuliakan hati Yesus
           dengan segala cara yang bisa dibuat Serikat ...     (Marie Madeleine)