Section title text:  Recent News.

Sebuah Komunitas Baru Di Indonesia! Purwokerto

Kata orang selalu ada saat pertama untuk segala hal. Berikut ini adalah salah satu dari sekian banyak “saat pertama” kami. Tentang apakah itu?

SEBUAH KOMUNITAS BARU DI INDONESIA!

Kami pindah rumah...;kami membuka satu komunitas baru...;kami telah memulai rumah kami yang ketiga....

Selama beberapa bulan pertama, di sana hanya ada para suster Indonesia, yaitu Sr. Lidwina Tri Ariastuti FCJ dan Sr. Afra Primadiana FCJ. Sekarang kami telah diperkuat dengan kehadiran Sr. Margaret Claver Hayes FCJ. Komunitas ini merupakan semacam cabang dari komunitas Baciro (Yogyakarta) dengan Sr. Marion Dooley FCJ sebagai pemimpin komunitas.

With students in class.Dimanakah komunitas baru itu?

Ada di Purwokerto...; hanya sekitar empat jam perjalanan dengan mobil/bus dari Yogyakarta. Purwokerto terletak diluar keuskupan agung Semarang, sehingga ini juga menjadi saat pertama bagi kami untuk membuka komunitas di wilayah keuskupan Purwokerto.

Mengapa kami memulai di sana?

Ada penerimaan dan dukungan dari Uskup Purwokerto dan dari umat di sini yang sangat baik. Tidak ada begitu banyak kongregasi di keuskupan ini. Bahkan, sebenarnya hanya ada satu kongregasi suster di Purwokerto. Kami berharap bahwa kami dapat memperkaya Gereja lokal dengan Afra with class.spiritualitas dan karisma kami, sekaligus kami dapat diperkaya oleh budaya dan masyarakat di tempat yang baru ini.

Setiap orang mengikuti peristiwa pindahan ini dengan dukungan yang beragam (membantu mengepak barang, menaikkan barang ke atas mobil pick up, ada yang menemani kami sampai ke Purwokerto serta membantu dengan bongkar barang, membekali dengan doa, makanan dll.) Sebelum kami mendapat rumah kontrakan sendiri, kami tinggal di asrama perawat di suatu klinik milik keuskupan.

Bagaimana kehidupan di Purwokerto?

Margaret Claver with older woman.

Pada bulan-bulan pertama kami mempunyai waktu untuk orientasi sebelum kami memutuskan kerasulan kami. Sekarang Sr. Wina diutus untuk bekerja di SMU Bruderan sebagai guru matematika dan di bagian Bimbingan dan Konseling. Ia juga aktif di Komisi Kepemudaan keuskupan. Sr. Afra bekerja di Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Purwokerto serta terjun di lingkungan mahasiswa (khususnya pendampingan mereka yang Katolik dan Kristen). Dia juga memberi pendampingan rohani (retret, rekoleksi, baik untuk kelompok maupun personal).

Keuskupan Purwokerto meliputi daerah seluas 15.356 km2. Jumlah penduduk di daerah tersebut ada sekitar 18 juta orang, dan yang Katolik hanya 0.65% saja (= 76,000 jiwa). Bersama semua umat di keuskupan ini, kami hadir bukan hanya untuk orang Katolik-nya saja melainkan melayani Kerajaan Allah yang adalah untuk semua orang.

Kami telah diberkati dengan semua dukungan yang diberikan kepada kami baik melalui surat, doa maupun kunjungan. Walau tergolong baru di Purwokerto ini, kami telah mendapat kunjungan singkat dari Barbara Brown-Graham, Margarita Byron, Marguerite Goddard and Madeleine Gregg dan juga para FCJ yang tinggal di Yogyakarta. Sekarang kami telah mendapat rumah kontrakan baru; kami dengan semangat penuh dan dengan kegembiraan terus berusaha menjadi sahabat-sahabat setia Yesus yang melayani di sini, di Purwokerto!

Kembali ke berita arsip …

Serikat kita yang kecil ini bertujuan
     memuliakan hati Yesus
           dengan segala cara yang bisa dibuat Serikat ...     (Marie Madeleine)