Section title text:  Recent News.

Kursus Persiapan kaul kekal di Rumah Retret Syantikara, Indonesia.
October hingga Desember 2011

Kami para Suster FCJ dalam persiapan kaul kekal sungguh bersyukur atas doa dan dukungan segenap  suster di Serikat.

Selama kurun waktu tiga bulan yang sungguh berahmat ini bertemakan:  Pilgrim Quest: Mystical Service (Pencarian seoarang peziarah: pelayanan mistik).

Photos of FCJs during input sessions.

Kami  menikmati sesi demi sesi dari berbagai nara sumber, termasuk para suster  FCJ.

Kami juga bergembira mendapatkan input dari Mary Campion FCJ yang keahliannya dalam Konstitusi FCJ serta hidup Marie Madeleine membangkitkan semangat kami. CIntanya akan Serikat , talentanya dalam mengajar telah membuat diskusi Konstitusi dan peziarahan bersama Marie Madeleine amat menarik dan menyenangkan.

Setiap Sabtu, kami pergi ke beberapa tempat untuk Mystical Service; (pelayanan kerasulan): Narni dan Yustin melayani di rumah jompo, di mana yang satu dikelola oleh pemerintah sementara yang lainnya oleh kelompok Kristen. Vanvan melayani di dapur panti rapih dan Sisca membantu anak-anak yang berkebutuhan khusus di sekolah tuna netra. 

Four FCJs set off on pilgrimage.Kami juga menerima bimbingan rohani pribadi setiap minggu dari Sr Marion Dooley FCJ yang kami rasa sangat bermanfaat. Masa persiapan kaul kekal ini adalah masa untuk berintegrasi, mengafirmasi hidup panggilan kami. Kami juga bersyukur atas hati yang mendengarkan, atas kasih serta dukungan berbagai pihak.

Program peziarahan di fasilitasi oleh Inez.  Kami berjalan  sepanjang  55 km dan mengemis untuk makanan dan menginap. Sebuah pengalaman yang  amat berharga untuk direfleksikan. 

Setelah berziarah dengan berjalan kaki, kami masuk retret terbimbing selama enam hari. Terima kasih kepada Marion, Clare dan Barbara yang telah menemani kami.  Di akhir retret,  dengan senang hati  kami berbagi buah-buah permenungan  selama 6 hari.

Sebuah cara unik mengungkapkan terima kasih (Sisca fcJ)

Photo of children with Sisca at Helen Keller Indonesia. Hari ini di Hellen Keller Indonesia (HKI), saya menuntun tangan Imam. Imam tidak memiliki penglihatan sejak lahir dan tidak seperti hari lainnya, hari ini dia tidak mampu berjalan bersama teman-temannya, kaki kirinya sakit, tak heran aku bisa melihatnya  tersenyum lebar manakala seseorang mengandeng an menuntun langkahnya.

Imam dan anak-anak lain yang berkebutuhan khusus telah mengajarkan kepada saya pengalaman yang berharga, untuk sunguh-sungguh merasakan…karena tidak punya penglihatan, pendengaran, dan tak mampu berbicara, mereka merasakan dengan tangan dan meraba. Sunguh mengagumkan menyaksikan cara mereka mengalami kehadiran orang atau benda di sekitarnya, tanpa menjadi lekat padanya.
Menemukan Tuhan dalam rahmat dan lecet-lecet (pada kakai). (Narni fcJ)

Pengalaman peziarahanku ke Goa Maria ‘ Rosa Mystica’ Delik Tuntang, Salatia (Central Java) sangat menyenangkan. Saya berjalan dengan Vanvan, teman seperjalanan saya dan merupakan sebuah pengalaman berharga untuk bisa mengenali serta menyadari kehadiran Tuhan dalam kehadiran setiap orang dalam perjalanan.

Salah satu undangan Tuhan adalah membuka hati bagi setiap kejutan. Sikap untuk ‘merelakan’ segala sesuatu yang tidak mendukung pertumbuhan rohani dan menjadi sadar akan sikap bersahabat yang ‘menyambut’ segala sesuatu yang Tuhan anugerahkan dalam hidup saya.

Semoga saya semakin bertumbuh dalam membangun serta memelihara persahabatan dengan yang lain juga. Syukur kepada Allah untuk semua berkat …dan lecet-lecet (pada kaki)
Ada kehidupan dalam kekeringan. (Yustin fcJ)

Salah satu pengalaman yang mengesan dalam peziarahanku adalah ketka saya berjalan dari Semanu ke Pracimantoro yang berlokasi di perbatasan DIY dan Jawa tengah. Wilayah ini berbatu batu dan kering tanpa mata air ataupun air terjun. Pohon-pohon jati kering sepanjang jalan dan rumah. Satu hal yang menarik yang saya temukan selama perjalanan adalah ilalang sejenis rumput liar yang tumbuh di antara tebing batu karang. Realitasnya adalah bahwa dalam kekeringan, ada kehidupan yang mengingatkanku pada pengalamanku sendiri.

Ada pengalaman naik turun dalam kehidupanku dan bahkan, Tuhan selalu memberiku sebuah oase yang membuatku mampu bertahan dalam kekeringan dan membantuku untuk terus bertumbuh. Di sini, saya mendengar panggilan serta tantangan Tuhan untuk memliki hidup serta menghidupinya secara penuh.  Tuhan tidak membiarkanku mati dalam kekeringan.
Allah Pemberi kejutan (Van Van)

Sebelum berangkat 3 hari peziarahan kami, ada beberapa yang membuat kami gentar; kekuatan tubuh dan mengemis untuk makan serta tempat untuk tidur. Saya juga membawa dalam hati saya tema yang Narni dan saya pilih dalam peziarahan, ‘keberanian dan keyakinan.’ Narni dan saya bertemu banyak orang yang murah hati dalam memberi makanan, air serta tumpangan. Tuhan menyediakan semua yang kita butuhkan selama tiga hari peziarahan.

Keindahan alam yang kita jumpai begitu menakjubkan. Saya menikmati setiap pohon, tetumbuhan, pegunungan, serta bukit-bukit. Narni dan saya menamai setiap mawar merah yang kami jumpai sebagai ‘keberanian’ dan bunga kecil putih liar sebagai ‘kesetiaan’. Penamaan ini membantu saya untuk terus dalam perjalanan yang sulit namun berarti. Semua adalah hadiah.

Kiranya saya senantiasa bersyukur akan setiap kejutan yang muncul selama perjalanan.

Menjelang akhir kebersamaan kita

Clare fcJ mengundang kita untuk menggali secara dalam rumusan kaul-kaul.

Kita berkesempatan sharing tentang kehidupan komunitas yang dipandu oleh Marion dan Barbara. Kita membahas apa yang memberi hidup, menantang,  menggembirakan hati serta membuat komunitas kering. Kita semua sadar bahwa kita masing-masing memiliki tanggung jawab personal bagaimana membangun komunitas dan memeliharanya. 

Di hari akhir kursus kami, kami menikmati liturgy indah yang dipimpin oleh Marion. Masing-masing dari kita membagikan ‘harta’ yang kita temukan selama perjalanan tiga bulan. Tema presentasi kita adalah ‘Bertolak segar-Peziarah FCJ dalam misi’ yang sungguh merangkum pengalaman kami. Kita semua merasakan masa-masa diperkaya, diperdalam, diperkuat dalam panggilan sebagia FCJ. Kita adalah sahabat dalam perjalanan.

Serikat kita yang kecil ini bertujuan
     memuliakan hati Yesus
           dengan segala cara yang bisa dibuat Serikat ...     (Marie Madeleine)