Section tiltle text: Our Mission.

Misi dan Kerasulan

Hasrat kami adalah untuk mengikuti jejak Yesus, menjadi satu dengan-Nya dalam misi penyelamatan-Nya. Kerasulan apapun yang kami buat merupakan ambil bagian dalam misi yang satu; kami adalah sahabat-sahabat setia Yesus.

Sesuai dengan tempat dan keadaan
kami dapat melibatkan diri dalam karya apapun juga
yang membantu penyelamatan jiwa-jiwa
dan melalui cara yang tampaknya paling menunjang
pengabdian serta kemuliaan bagi Allah
dan kebaikan sesama.
Kami secara khusus mengabdikan diri
untuk menjalankan kerasulan-kerasulan yang dipercayakan oleh pendiri kami,
‘pendidikan kaum muda, khususnya kaum miskin,
Karya retret dan misi.’
Di atas segala-galanya, kami adalah Sahabat-sahabat Yesus
yang harus menyingkapkan Dia kepada dunia melalui hidup kita.

Keempat Injil memberikan teladan kepada kita akan perempuan-perempuan yang menyerahkan seluruh hidup dan milik mereka untuk melayani dan bersama Yesus. Maria bunda Yesus, ketika para perempuan dianggap tidak setara dengan laki-laki, telah mengatakan ya terhadap hal yang mengagumkan sekaligus menakutkan – menjadi bunda Allah. Setelah memelihara dan membesarkan Yesus, dia menjadi sahabat tetap dalam kerasulan Yesus. Kitab Suci menceritakan kepada kita bahwa Maria-lah yang mendesak Yesus untuk menyatakan diri-Nya saat Perjamuan Nikah di Kana. Permintaannya agar Yesus menolong pasangan pengantin yang malu itu menandai awal kehidupan publik Yesus.

Ada perempuan-perempuan lain yang berjalan bersama Yesus dan melayani Dia, dan ada pula perempuan yang dilayani oleh Yesus. Kaum perempuan menemani Yesus dalam perjalanan-Nya dari Galilea ke Yerusalem dan hadir saat penyaliban dan di kubur kosong.  

Tidak seperti semua rasul kecuali Yohanes, para perempuan tinggal di kaki salib dan melayni dengan pengharapan dalam diam. Harapan mereka tidaklah sia-sia. Yang pertama kali membawa kabar baik bahwa Yesus hidup dan tinggal di antara kita adalah Maria Magdalena. St. Agustinus menyebut dia ‘Rasul dari para Rasul.’

Cross showing Parassy and blossom.Marie Madeleine D’Houet, pendiri suster-suster Sahabat setia Yesus, berdevosi kepada santa pelindungnya dan mengenali arti penting dari namanya. Ia mengatakan: Nama saya Magdalene. Saya akan mengikuti santo pelindung saya yang telah begitu mengasihi Yesus,…dengan menemani Dia dalam perjalanan dan kerja-Nya, melayani Dia bahkan sampai kaki salib bersama para perempuan kudus yang lain yang tidak seperti para rasul yang meninggalkan Dia. Perempuan-perempuan ini sungguh sahabat-sahabat setia Yesus…

Bagi kami Sahabat-sahabat setia Yesus, seperti Maria, para perempuan dalam Injil dan Marie Madeleine, misi kami adalah menjadi pembawa kabar baik akan kasih Allah yang menyelamatkan. Kami berusaha untuk menghidupi nilai-nilai Yesus, Kotbah di Bukit, dan – seperti Yesus - melayani orang-orang yang berada di pinggir.

Ketika berdoa di depan salib, Marie Madeleine mendengar Yesus berkata Aku haus. Marie Madeleine begitu berhasrat untuk bersatu dengan kehausan Yesus akan Kerajaan Allah; ia ingin memuaskan kehausan Yesus yang menderita dalam diri umat-Nya. Kami berbagi kehausan dan kerinduan yang sama akan dunia dimana keadilan, damai, cinta dan penghargaan meraja.

Apapun yang kami kerjakan, bagaimana cara melakukan itu, misi kami adalah menjadi sahabat-sahabat setia Yesus di dalam dunia sekarang. Kerasulan hanyalah merupakan ekspresi misi kami; yang terikat waktu dan berbeda-beda tergantung tempat dan situasi, dan juga tergantung karunia pribadi dan rahmat kami masing-masing. Ada saat-saat dimana kami tidak dapat melayani, tetapi kami selalu diutus bersama Yesus, kami selalu dalam perutusan.

Discernment penting dilakukan ketika memilih kerasulan. Seperti Yesus yang mendengarkan kehendak Bapa dengan telinga hati-Nya, seperti Ignatius yang berdoa dan refleksi untuk menemukan Allah dalam Segala Hal, seperti Marie Madeleine mendengarkan getaran panggilan Allah yang terkecil sekali pun, kami juga mendengarkan suara Allah dalam hidup kami.

Kita harus langsung menuju Allah tanpa ragu-ragu
dan melalui cara yang paling singkat
seluruh diri kita
menyatu dengan sempurna bersama Tuhan kita Yesus Kristus
seakan-akan menjadi satu dengan-Nya…

Kami berusaha menemukan dalam do, pikiran dan hati Yesus
agar mampu menemukan Allah dalam segala-galanya
dan menjadi pembawa kabar
penyelamatan-Nya bagi sesama

Kami dipanggil untuk hidup magis (lebih), untuk membuat pilihan demi semakin besarnya kemuliaan Allah dan semakin besarnya pelayanan pada umat Allah. Dengan mendengarkan dan membaca dunia di sekitar kami, kami menjadi peka terhadap kebutuhan-kebutuhan dunia, selalu berusaha untuk menemukan Allah dalam segala hal.

Saat ini kami hidup dan melayani di 15 negara yang berbeda, berjuang dengan banyak macam cara untuk memuaskan kehausan Yesus di dunia….

Selalu bersatu dengan Tuhan kita Yesus Kristus
dan seperti Dia hanya menginginkan kehendak Allah yang kudus
serta keselamatan sesama.

Hargailah namamu yang indah dengan cintamu pada Yesus-
  cinta yang tidak sekedar ditunjukkan dengan kata-kata atau hasrat yang kosong,
      tetapi dengan keberanian dalam pelayanan Tuhan.    (Marie Madeleine)