Menjaga Rumah Kita Bersama
Menjaga Rumah Kita Bersama
Menjaga Rumah Kita Bersama
The Church in Pope Francis Encyclical Laudato Si’ and our FCJ General Chapter 2019 called us to Care for Our Common Home. The FCJ General Chapter 2025 has reaffirmed this call. We recognize God’s Spirit in the global movement which is raising the awareness of how we are destroying our Earth. Concerns around the care of our Common Home are of great urgency and we cannot delay addressing them. We commit to live the call to eco-justice in all areas of our life and mission.
FCJ Sisters and Companions in Mission around the world want to be active participants in the call to Care for Our Common Home. We want to live in the spirit of Laudato Si’, Pope Francis’ encyclical letter on the environment through our prayer and through our action. We want to make connections with others, especially younger people, who are passionate about ecological issues and join in positive action to bring about change.
Seruan Kapitel
Kapitel Umum Tahun 2019 telah menyerukan kepada setiap suster untuk menanggapi Roh Kudus dengan cara-cara yang khusus dalam kurun waktu enam tahun ke depan melalui dokumen bernama Seruan Kapitel – Memperluas Lingkaran Kasih. Salah satu seruan Kapitel ini adalah Merawat Rumah Kita Bersama.
Alam semesta berkembang dalam Allah yang memenuhinya sepenuhnya.
Oleh karena itu ada makna mistis dalam sehelai daun,
dalam sebuah lintasan alam, dalam embun, dalam wajah orang miskin.
Idealnya bukanlah hanya bergerak dari luar ke dalam
untuk menemukan tindakan Allah dalam jiwa,
tetapi juga bisa menemukanNya dalam segala sesuatu.
Seperti yang diajarkan Santo Bonaventura: “kontemplasi menjadi lebih sempurna,
semakin kita merasakan efek rahmat ilahi dalam diri kita sendiri,
dan semakin kita belajar menemukan Allah dalam segala makhluk di luar kita.’ [5]
Kita mengenali Roh Allah dalam gerakan global yang meng-upayakan peningkatan kesadaran tentang kenyataan bahwa kita sedang menghancurkan bumi.
Keprihatinan seputar perawatan Rumah Kita Bersama merupakan hal yang sangat mendesak dan kita tak dapat menunda pelaksanaannya. Kita menilai hal itu sebagai masalah keadilan yang penting.
Karena tindakan kita mengalir dari sudut pandang iman, kita akan terus memperdalam kesadaran dan pemahaman tentang teologi penciptaan. Kita juga akan memperdalam kesadaran kontemplatif tentang seluruh kosmos.
Kita ingin saling menolong untuk secara terus menerus merefleksikan bagaimana keputusan-keputusan tentang cara hidup kita, baik kecil maupun besar, mempengaruhi bumi dan orang-orang yang paling miskin di bumi. [6]
Kita akan membangun kerjasama dengan pihak-pihak lain, khususnya dengan orang muda, yang punya kepedulian besar tentang masalah-masalah ekologis. Kita akan bergabung dengan mereka dalam tindakan positif untuk menciptakan perubahan.
Tidak ada dua krisis terpisah,
yang satu menyangkut lingkungan dan yang lain sosial,
tetapi satu krisis sosial-lingkungan yang kompleks. [7]
[4] Laudato Si’, Encyclical ‘On Care For Our Common Home’, Pope Francis, 24 May 2015 – diterjemahkan
[5] Ibid. No. 233, terjemahan Martin Harun OFM
[6] Ibid. No. 49, ‘Today, however, we have to realize that a true ecological approach… must integrate questions of justice in debates on the environment, so as to hear both the cry of the earth and the cry of the poor.’
[7] Ibid. No. 139, terjemahan Martin Harun OFM
Kapitel Umum Tahun 2025
Kapitel Umum Tahun 2025 telah menyerukan kepada setiap suster untuk menanggapi Roh Kudus selama enam tahun ke depan melalui dokumen “Berilah Aku minum…” Yoh 4, sebuah undangan untuk membawa penyembuhan bagi dunia kita yang retak dan haus akan penyembuhan.
Kata Yesus, ‘Berilah Aku minum….’ (Yoh 4). Kita mendengar kerinduan Yesus, ‘Hatiku hancur karena penderitaan di dunia. Bagaimana engkau akan membawa penyembuhan?’ Kami ingin merespons. Dari dokumen Kapitel Umum kami tahun 2025:
Dunia kita yang retak dan haus mendesak kita melampaui diri kita sendiri.
Kita mendengar ‘ratapan bumi dan ratapan kaum miskin’.
Kita tergerak oleh berbagai krisis yang mempengaruhi dunia kita.
Kita berkomitmen untuk menghidupi panggilan akan keadilan ekologis di semua bidang kehidupan dan misi.
Kita akan menanggapi dengan penuh kasih, baik secara pribadi maupun sebagai Serikat.
Hati kita, rumah kita, komunitas dan pelayanan kita akan menjadi tempat perjumpaan dan keramahtamahan. Kita akan mengambil resiko itu.
Hanya tatapan yang kontemplatif yang dapat mengubah hubungan kita dengan segala ciptaan dan menuntun kita keluar dari krisis ekologis yang disebabkan oleh putusnya hubungan – dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan bumi.
Living Laudato Si'
Pope Francis’ world-changing encyclical letter, Laudato Si’: On Care For Our Common Home, has helped us better understand that “everything is connected” and expressed the commitment of the Church to a journey to ecological conversion.
Laudato Si’ has put Catholic teaching in the context of today’s ecological crisis and climate emergency. It offers a vision for building a more just and sustainable world and it has had an impact around the world, far beyond the Catholic circle. One of the most important points Pope Francis highlights is that the climate crisis impacts in a especial way the most vulnerable people in the world right now.
Integral ecology is a key concept which flows from Pope Francis’ understanding that “everything is closely interrelated and today’s problems call for a vision capable of taking into account every aspect of the global crisis” (LS, 137). COVID-19 has made clear how deeply we are all interconnected and interdependent. We have an opportunity to create a more caring, fraternal, peaceful and sustainable world in harmony with the natural world, our common home.
FCJ Sisters are joining the Laudato Si’ Action Platform, a space created by the the Dicastery for Promoting Integral Human Development for everyone in the Church to learn and grow together as we journey towards full sustainability in the holistic spirit of integral ecology.
Read more about how FCJ Sisters and Companions in Mission around the world are responding to the call of Laudato Si’ to care for our common home:
- Commitment of the FCJ Area of Europe to mark the FCJ Bicentenary
- Community Garden at the FCJ Retreat and Conference Centre, Calgary, Canada
- Upcycling, urban gardening, and environmental awareness and disaster risk reduction management at the FCJ Learning and Development Center, Manila
- Stewardship of Creation plan at St Philomena School, Portsmouth, USA
- The Living Water Myanmar project
- Bringing hope through planting in Yogyakarta, Indonesia
- Marking Laudato Si’ Week and the Season of Creation in our FCJ Schools in Limerick, Ireland
- FCJ Young Adult Network reflections celebrating five Years of Laudato Si’
- Mangrove planting in Mindanao, Philippines
- Reflections on spirituality and ecology on the News page of our website
- Bellerive FCJ Catholic College in Liverpool, England, received the Live Simply Award
- Rewilding with wildflower seeds near our community houses in Liverpool and Toronto
- Gathering 1000 Pledges for the Earth in the FCJ Area of Europe to mark Laudato Si’ Week 2024
- Offering recollection days for children and young people introducing introduce Laudato Si’ in Yogyakarta, Indonesia
- Hosting the EcoProphets online programme at the Ignatius Centre in Guelph, Canada
- Supporting the development of an organic farmers market in Yogyakarta.
- Our FCJ spirituality centre in central London has been renamed FCJ Centre for Spirituality and EcoJustice and Sr MaryAnne fcJ is its director
Credit for Care for Our Common Home FCJ logo: Sr Claire fcJ

